Ketika musim berganti, sebagian orang mengalami bersin-bersin, hidung tersumbat, mata gatal, atau tenggorokan terasa tidak nyaman. Kondisi ini dikenal sebagai alergi musiman, yaitu reaksi alami tubuh terhadap zat tertentu di lingkungan yang disebut alergen.

Menurut para ahli kesehatan, alergi musiman umumnya disebabkan oleh serbuk sari tanaman, debu, atau jamur udara yang meningkat pada waktu tertentu dalam setahun. Tubuh seseorang yang sensitif akan menganggap partikel ini sebagai ancaman dan bereaksi dengan memproduksi zat histamin, yang menimbulkan gejala seperti hidung meler dan mata berair.

Namun, penting untuk diingat bahwa alergi musiman bukanlah penyakit menular. Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Beberapa mungkin hanya mengalami gejala ringan, sementara yang lain bisa lebih terganggu.

Lingkungan juga berperan besar. Cuaca kering dan berangin, misalnya, dapat membuat partikel debu dan serbuk sari lebih mudah menyebar di udara. Sebaliknya, udara lembap bisa membantu menurunkan jumlah partikel di sekitar kita.

Untuk memahami alergi musiman dengan lebih baik, kenali pemicu pribadi Anda. Catat kapan gejala muncul, setelah aktivitas apa, atau di lingkungan seperti apa. Dengan mengetahui sumbernya, langkah pencegahan menjadi lebih mudah dan efektif.

Pengetahuan tentang penyebab alergi adalah langkah pertama menuju kehidupan yang lebih nyaman meski musim berganti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *